Newest Post

DI PUTIH ABU-ABU & DI FACEBOOK

| Selasa, 03 September 2013
Baca selengkapnya »
Ada waktu disaat kita memakai seragam putih-merah, putih-biru dan sekarang sudah waktunya gue memakai seragam putih abu-abu, di masa ini adalah masa yang paling menyenangkan dari dari masa-masa sebelumnya. Masa puber telah tumbuh yang membuat gue teriak sana-sini dan mengagumi teman cewek dari yang dulunya biasa-biasa saja sekarang menjadi luar biasa, aaarrrggghhhh….. perfect.

Upppssss…..gue lupa belum ngenalin diri, panggil saja gue DANY, dan ini adalah cerita gue. Awal masuk SMA gue masih malu yang mau bergaul sama teman-teman karna gue emang gak punya teman yang dekat seperti teman-teman yang lain yang udah sejak smp mereka saling kenal. Gue selalu di hantui rasa takut dengan wajah kakak senior yang selalu sok kuasa saat waktu MOS (Masa Orientasi Sekolah) tapi rasa itu lalu pergi begitu saja saat ada senior yang memberi simpati lebih sama gue. Ternyata gak semua kakak senior itu galak dan suka marah-marah buktinya sebut saja (IKA WARDANA) dia adalah senior gue, dia baik, ramah, sopan dan bisa hargai yang muda fix,, gue suka banget cewek yang seperti kak ika.

MOS telah berlalu dan saatnya gue mengikuti pelajaran seperti biasanya, udah satu minggu gue di kelas ini dan gue belum sama sekali kenal sama teman-teman karna mereka sukanya bergerombol bisa saja mereka di sebut club, dan sedangkan gue sendiri dech. Ada seorang cewek duduk di samping bangku gue mulai tadi dia liatin gue terus dan tampaknya gue pernah satu kelompok sama dia pas waktu MOS kemaren, namanya shilvi dia jago banget matematika orangnya tinggi ea.., sejajar dah sama gue, tapi kalau masalah cantik dia nomer satu di kelas.

Tring….tring…. (bel istirahat) cacing di perut udah mulai demo gue cepat-cepat pergi kekantin. Ada dua cewek yang aku suka lagi duduk dikantin gue ngerasa malu dan gue bingung harus pergi kemana buat cari makan kalau bukan ke kantin. Di meja barat ada kak ika sama teman-temannya dan sebelah timur ada shilvi lagi sendiri yang cengar-cengir di depan laptopnya. Ya tuhan… gue harus gimana ?? ada sebuah pepatah mengatakan “jika kamu lapar dan kamu merasa malu berarti kamu menyiksa diri kamu sendiri” ketika pepatah itu terlintas di benak rasa malu dan gengsi gue hilang begitu saja. Gue pesan makan lalu duduk ditengah-tengah, saat suapan pertama shilvi menyapa gue dengan suara lembutnya “hey… kamu sendirian ??”. siapa…?? Aku ea ..??? “ea lah siapa lagi aku kan tanya sama kamu” ow… ea aku sendirian. “kita kan lagi makan, gimana kalau kamu pindah kesini kita makan bareng”  uppsssttt….!!! Serius kamu shil,
“ea, kesini… kita makan bareng dari pada kamu di situ gak ada temennya”. Barukali ini gue di ajak makan bereng sama cewek cantik wah... seneng banget rasanya. Tapi ada seorang yang menatap gue dengan alis mengkerut entah kenapa dia kayaknya gak suka kalau gue sedang duduk sama shilvi. Dia adalah kak ika entah kenapa dia kayak cemburu banget kalau gue deket sama shilvi, huftt… gak mungkin kak ika cemburu sama gue, gue kan junior sedangkan kak ika senior gue terserah dah…
“Mengapa ea, saat di samping shilvi gue ngerasa nyaman dan tenang seakan-akan dunia ini milik gue sama shilvi yang laen ngontrak kale ea…. Xixixixiiiii…”  ujar dalam hati.

            Ada kebiasan yang gak pernah gue bisa tinggalin setiap hari FACEBOOK, gue selalu
Online setiap hari karena di situlah ada sesorang  yang selalu nemenin gue saat gue senang dan susah. Seorang cewek yang selalu komen di setiap status gue, namanya ILa shilvia, dia gak punya album foto, itu yang bikin gue jadi penasaran dan pengen ketemuan sama dia.

Sudah lama dia gak pernah komen di status gue. Dia hadir begitu saja dalam kehidupan gue, tanpa pernah gue bayangkan dan impikan. Tiba-tiba saja dia menyapa gue dalam pesan Facebook, sekedar met malam say, dan gue pun balas malam juga say, sebagaimana seperti yang gue lakukan sama siapa pun yang nge-add gue selama ne. nggak ada yang istimewe sama dia, yang bisa gue jadikan alasan untuk memberikan perhatiaan khusus sama dia, minat lebih apalagi mencintainya. Enggaklah!.
           
Seiring hembusan angin malam gue merasa lebih Nyaman dengannya dibandingkan teman-teman fb gue yang laen, hanya karena kita mempunyai hobi menulis aja. Gue atau dia selalu berbagi info jika ada seminar tentang karya tulis. Gue merasa akrab banget sama dia meski gue gak pernah tau dimana rumahnya, begitu juga dia. Dia masih sekolah atau sudah kerja, dan dia udah punya pacar apa belum, dan sebagainya.

            Tapi, gue selalu merindukan komennya di status gue, dan gue kira dia pun juga mengidamkan hal yang sama. Setiap gue punya masalah yang sekiranya itu orang lain gak perlu tau gue kirim lewat pesan di Fb-nya dan pasti itu langsung dia balas. Rasanya gue gak mampu menahan keinginan gue buat selalu online, pagi, siang, atau malam. Dan gue yakin dia pasti  begitu. Setiap gue up date status, enggak lama kemudian, pasti dia komen dan selalu ada symbol di setiap akhir kalimat yang ia kirim seakan-akan dia menunggu balasan lagi, lagi, dan lagi !

Suatu hari gue cerita sama shilvi tentang seseorang yang di Fb itu tapi gue gak sebut mana itu, setelah shilvi dengerin gue cerita panjang x lebar x tinggi x rendah. Lalu, shilvi bertanya
“apa kamu mencintainya dan….??”
Enggak, enggak mungkin !!!
Bagaimana mungkin aku mencintainya, ea meski dia mencintaiku, toh kita sedetik pun, gak pernah ketemu di tempat nyata. Aku hanya tau dia seorang cewek dari profil saja dan saat dia buat status-status. Dia pun taunya aku cowok dari profil ku doang.
“kenapa kamu gak ajak dia untuk saling jujur sama lain”
Maksud kamu shil …??
“gini lo dan… semisal ajak dia sama-sama up date fhoto gitu, biar kamu sama-sama ngerti”
Alah ….percuma shil entar yang ada malah foto palsu, alias bukan fotonya sendiri, lantaran pengen tampak perfect, smart dan sebagainya.

            Lalu, tiba-tiba shilvi lari ke dalam kelas sambil menangis. Gue tau kenapa shilvi menangis karna gue dah buat dia tersinggung. Gue langsung minta maaf dan gue berjanji sama shilvi akan gue lakuin saran dia. Facebook, facebook, sungguh gue sangat jengah dengan teknologi jaringan sosial satu ini. Begitu mudahnya kejadian-kejadian gak penting ini menghajar kebahagian hidup gue, yang di dalamnya telah dihuni oleh wajah-wajah penuh cahaya cinta. Gue bener gak tau apa gue mencintainya atau enggak, sebab yang kurasakan bukan soal itu, tetapi lebih  kerinduan untuk membaca status komennya.
            “Emang apa bedanya cinta sama rindu kan sama saja?” seloroh shilvi sambil menangis karna masih tersingggung dengan kata-kata gue tadi.
            Enggaklah shil. Intinya aku enggak pernah ingin memilikinya…,” sergah gue”.
            “Cinta kan gak harus memiliki …”
            Ungu banget sih loe !! “gue terbahak”
Cinta dalam hati … shilvi terbahak. Ah, “cinta dalam hati”, menyebalkan, tapi memang faktual lo !! Cinta tak harus saling memiliki, menyebalkan tapi memang riil !!  Gedubrakkk …., nyaris dah si shilvi jatuh dari kursi ini …. ^_^ !

***
Di tengah malam dengan hembusan angin malam yang dingin menusuk tubuh sampai ke tulang, dengan jari-jari gemetar, gue hapus namanya dari daftar teman facebook. Karna gue takut terlanjur cinta dan benar-benar mencekik kebahagian gue di alam nyata. Ada perih meningkahi hati  gue detik itu juga. Ada luka yang tercipta yang di sini di balik ringkih dada. Ada rasa kehilangan yang sontak menghajar kehidupan. Ada serpihan sesal yang menyelubungi selembar jiwa, bahwa sejak saat inilah gue akan benar-benar gak akan bisa baca status, komen,pesan dan segala hal yang jadi kebiasaannya selama ini.

            Sekarang sudah waktunya buat gue mencari teman yang nyata keberadaannya, ea salah satunya shilvi yang akhir-akhir ini gue sama dia begitu deket. Tapi gue merasa gak enak sendiri sama teman-teman yang di sekolah karna gue kemana-mana selalu sama shilvi, seperti orang  lagi pacaran saja kemana-mana selalu berdua. Huft…. Aseekkk !!
            Ah, sepertinya memang ada benernya nasihat hidup suku jawa itu bahwa “jalaran trisno soko kulino”, Cinta bisa terjadi lantaran kebiasaan. Tapi jika emang benar apa shilvi mau jadi pacar gue padahal baru beberapa bulan ini kita saling kenal itu pun gue gak tau latar belakangnya, dan dia juga sebaliknya apa dia ngerti latar belakang gue sebenarnya. Gue kan anaknya suka jalan pakek motor (adventure), enggak, enggak … gue gak boleh jatuh cinta sama shilvi dia begitu cantik, anggun, baik, sopan dan ramah. terlalu berharga bagi gue wanita seperti shilvi harus sakit hati hanya karena perasaan cinta yang gue ucapkan nantinya.
            Huftt…. Setres gue, Lanjutin besok lagi ea ……

DI PUTIH ABU-ABU & DI FACEBOOK

Posted by : Zhebriel86
Date :Selasa, 03 September 2013
With 0komentar
Next
▲Top▲